Assalamu'alaikum...
Kali ini nih, aku sedang santai karna libur. Sayangnya Abiy ga ada sedang keluar dan Umiy sedang sibuk ma dapur tuk mempersiapkan makanan kami sekeluarga. Sambil menunggu Abiy dan Umiy aku menyibukkan diri dengan baca-baca pikirku.
Daripada bosan aku mendekati rak buku. Mencoba mencari-cari buku yang mungkin menarik tuk aku baca. Cari sana cari sini, ada sebuah judul buku yang menarik perhatianku. Judul bukunya "Malu Bertanya Sesat di Ranjang". Aku bingung dan penasaran nih, yang aku tahu malu bertanya tuh sesat di jalan. Kok ini aneh. Daripada rasa penasaran semakin mengganas, akhirnya aku ambil tuh buku. Aku buka-buka halaman-halamannya, tentunya yang aku buka dulu daftar isinya.
Taraaaa....
Kaget bercampur takut dan bingung, tiba-tiba Umiy mengejutkanku dengan sedikit bertanya..."Sedang ngapain bang...", "Eh Umiy...ini Miy sedang baca-baca buku" jawabku. Ketika Umiy melihat buku yang aku pegang, dengan lembut Umiy mencoba meminta buku itu dengan alasan ingin melihatnya. Aku berikan buku itu ke Umiy. Umiy pun menerangkan maksud dari buku itu. Kata Umiy, maksud judul Malu Bertanya Sesat di Ranjang itu sama seperti Malu Bertanya Sesat di Jalan. Sama pula seperti Malu Bertanya Sesat di Hutan. Tidak jauh beda dengan Malu Bertanya Sesat di Rumah sekalipun. Mengapa?!?! Karna kita malu bertanya jika benar-benar tidak tahu.
Sambil berpikir sejenak, aku mulai faham nih ternyata memang kita harus bertanya jika kita benar-benar tidak tahu akan segala sesuatu. Artinya "Belajar Wajib bagi Setiap Muslim", sama persis dengan hadits yang pernah aku dengar. "Tholabul Ilmu Faridhotul 'Ala Muslim...". Bertanya kepada siapa?!?! Tentunya bertanya kepada yang lebih ahli dibidangnya.
Begitu dulu yaa...
Wassalamu'alaikum Wr Wb


0 komentar:
Posting Komentar